Al Hasyru Wal Ikhtishash - Yoga Firdaus

Friday, November 2, 2018

Al Hasyru Wal Ikhtishash

Al Hasyru Wal Ikhtishash

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latarbelakang

Al-Qur`an adalah mu`jizat Nabi Muhammad SAW. yang hingga kini masih selalu dijaga oleh Allah SWT. Dengan  keindahan gaya bahasanya Al-Qur’an mampu membuat bangsa Arab yang ketika itu telah mencapai puncak kemajuan di bidang sastra, untuk bertekuk lutut, mereka mengakui akan kebenaran bahwa Al-Qur’an adalah kalam Tuhan karena tidak mungkin manusia mampu menciptakan buah karya setinggi Al-Qur’an. Pengakuan mereka itu terlihat secara terungkap ataupun tersirat.
Kepedulian umat islam dalam upaya memahami Al-Qur’an sudah mulai tampak sejak maih hidup dan terus berlangsung sampai sekarang. Selama kurang lebih 15 abad lamanya Al-Qur’an khazanah perpustakaan islam dipenuhi oleh hasil karya para ulama sebagai upaya pemahaman Al-Qur’an, yaitu munculnya beribu-ribu kitab tafsir dengan menggunakan metode, pendekatan, dan corak yang berbeda-beda.
Upaya menjadikan Al-qur’an sebagai pedoman hidup tidak akan berarti apa-apa tanpa mengetahui makna dan maksudnya. Karena Al-Qur’an ditulis dengan menggunakan bahasa Arab merupakan sesuatu yang sangat urgen dalam rangka memahami kandungan-kandungan Al-Qur’an.
Disini akan penulis jelaskan sedikit uraian tentang makna yang tersirat dalam bahasa Al-Qur`an menurut tinjauan aspek balaghohnya (keindahan bahasanya), meskipun pembahasan yang penulis ambil hanyalah seputar masalah tentang kaidah hasyr/qosr.

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan Al Hasyru wal Ikhtishas?
2.      Ada berapa pembagian Al Hasyru wal Ikhtishas?
3.      Bagaimana cara mengetahui Al Hasyru wal Ikhtishas?
1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi Al Hasyru wal Ikhtishas.
2.      Untuk mengetahui pembagian Al Hasyru wal Ikhtishas secara rinci.
3.      Untuk memudahkan mencari bentuk Al Hasyru wal Ikhtishas dalam Al-Quran.
BAB II
PEMBAHASAN
2.I. Pengertian
Menurut bahasa dalam kitab balaghah lil ‘ilmi ma’ani bahwasanya Al Qosru atau Al Hasyru berasal dari bahasa arab yaituالحبس [1] yang artinya sesuatu yang terbelenggu. Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
“Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.” (Q.S. ar-Rahman: 72)
Sedangkan menurut istilahnya dalam kamus al munawir, menurut kitab Al Itqan fiiulumil Qur’an lafadz “Al Hasyr” dijelaskan bahwa makna Al Hasyr sama dengan Al Qasru (pemotongan/pemendekan/pengurangan) yaitu pengkhususan suatu perkara oleh perkara lainya dengan suatu cara tertentu, atau disebut juga penetapan hukum yang telah tersebutkan dan meniadakan hukum yang tidak disebutkan.[2]

2.2  Klasifikasi
·         Hasyr Haqiqi
Qasr yang pengkhususannya berdasarkan fakta dan kenyataannya.
·         Hasyr Idofi
Yaitu Qasr selain haqiqi yang di dalamnya terdapat idofah dan memandang sesuatu yang lain[3].
Contoh:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul.”[4]
Pengkhususan terhadap risalah dengan disandarkan terhadap sesuatu yang lain akan tetapi maksud dari risalah tersebut di khususkan kepada satu orang yaitu Muhammad SAW.
Dalam kitab balaghah lil ilmi ma’ani, Hasyr Idofi terbagi 3 bagian[5]:
1.      Hasyr Ifrad
Apabila yang menyakini perserikatan dalam hukum diantara yang dikhususkan atas yang berbicara dan selainnya.
إِنَّمَا هُوَ إِلَهٌ وَاحِدٌ
Sesungguhnya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa.”
2.      Hasyr Qolb
Ketika pembicara meyakini kebalikan hukum yang ditetapkan dengan cara pengkhususan.
رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ
"Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan."
3.      Hasyr Ta’yin
Apabila ada orang yang berbicara acuh di dalam hukum diantara yang dikhususkan atas yang berbicara dan yang lainnya.

Sedangkan pembagian hasr dilihat dari unsur utamanya ( maqshur dan maqhur alaih) adalah :
·         Qasr mausuf ala sifat
Sifat yang di khususkan untuk mausuf
Contoh :
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya (Q.s Az zumar ayat: 3)
·         Qasr sifat ala mausuf
Mausuf yang di khususkan untuk sifat menegaskan pengkhususan atau peniadaan perkara atau wujud lain
Contoh :
ما فى الدا ر الا محمد
“Dalam suatu rumah kecuali hanya Muhammad.”
2.3. Metode Membuat Hashr

Untuk menghashr diperlukan alat untuk membuatnya. Adapun alat membuat hashr yang masyhur itu ada empat, yaitu :
A.    Nafi dan istitsna  ( النفي و الاستثناء )[6]
Istisna adalah pengecualian dengan sebab-sebabnya (Adawatul Istisna). Semuanya dibagi menjadi empat bagian:
1. Kalimah huruf                               : Illa
2. Kalimah Isim                                 : Ghairu dan Siwaa
3. Kalimah Fi’il                                 : Laisa dan Laa Yakuunu
4. Taraddud antara Fi’il dan Huruf   : Khalaa, ‘Aada, Hasyaa (untuk Hasyaa seringnya disebut kalimah huruf)
Contoh:
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.[7]
Contoh Nafi:
ماانت بمسمع من فيالقبور, إن انت الا نذير
“Dan kamu sekali-kali tidak sanggup menjadikan orang yang di dalam qubur dapat mendengar, kamu tidak lain hanyalah seoang pemberi peringatan.” {QS. Al-Fathir, 22-23}[8]
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلا رَسُولٌ
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul.”( Qs ali imran : 144)
وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا اللَّهُ
“Dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah.” (Q.S. Ali Imran: 62)
   
B.     {إنما}
Hendaklah menggunakan kalimah إنما ditunjukan kepada mukhatab dan jangan meniadakannya “pengguaan innama”[9]
Seperti contoh : 
إنما يحشى الله من عباده العلماء
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara Hamba-Hambanya hanyalah para  Ulama”. {QS. Al-Fathir, 28}
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar. At- thagabun ayat  15.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal.

C.     Meng’athafkan dengan huruf Athaf Laa .
الارض ثابتة لا متحر الارض ثابتة لا متحركة
“Bumi itu bergerak tidak tetap”                                                   
الخخر بالملم لا بالمال
“Kemuliaan itu dengan ilmu, bukan dengan harta”

D.    Mendahulukan Lafadz yang urutannya di akhir (ma’lum)
Contoh :
ياك نعبد وإياك نستعينا
“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” {QS. Al-fatihah, 5}
على الله توكلنا
“Kepada Allah saja kami berserah diri”

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Secara istilah Al Hasyr bisa diartikan ’’mengkhususkan suatu perkara dengan perkara lain dengan suatu cara tertentu’’ bisa juga “’menetapkan suatu hukum pada perkara yang disebutkan dalam kalam dan meniadakan hukum dari selainnya dengan menggunakan metode khusus “
 Al Hasyr dari sisi hakikat dan kenyataan terbagi atas Hasyr Haqiqi dan Hasyr Idofi. Sedangkan dipandang dari segi mahshur dan mahshur alaih baik yang berupa Haqiqi maupun Idofi, Al Hasyru terbagi atas Hasyr Sifat atas mausuf dan Hasyr Mausuf atas sifatnya
 Alat- alat yang masyhur untuk membuat Al Hasyr ada empat, yaitu:
1.      Nafi dan Istisna
2.      Kata Innama
3.      Meng`athafkan dengan huruf Athaf لا
4.      Mendahulukan lafadz yang urutanya di akhir

3.2 Saran
           
Meskipun kami menginginkan kesempurnaan dalam menyusun makalah ini, tetapi kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan yang kami miliki dan keterbatasan waktu bagi kami untuk menguasainya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan kedepannya.







DAFTAR PUSTAKA
As suyuthi jalaludin imam  Al Itqon Fii Ulumil Qur’an,2010
Badruddin,Imam , 2004, Kitab Al burhan fii ulumil  Quran,  Bekasi: Bairut Lebanon
Balaghah lil ilmi ma’ani
Kamus Al Munawwir
Shalahuddin, sofwan, 2006, pengantar memahami Al fiah ibn malik, Jombang: Darul Hikam
Departemen Agama RI, 2008, Al Quran dan terjemahan, Bandung : Diponegoro
Ismail,2014, uslub al qosru fii quraanil karim wa atsaru nahwi.



[1] Kamus Al Munawir
[2] Jalaludin as-suyuti, Al-itqan fi ulumil Qur’an, hal. 381
[3] Syeikh fahad salim kitab as Saalib balagiyah fashohat balagoh ma’ani, hal. 178
[4] Al-Quran surah Ali imron ayat 144
[5] Ismail, uslub al qosru fii quraanil karim wa atsaru nahwi, hal. 22
[6] Jalaludin as-suyuti,al-itqan fi ulumil Quran, 382.
[7] Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahannya ( Bandung: Diponegoro,2008), hlm 601
[8]Shalahuddin, Sofwan “Pengantar Memahami Alfiah Ibn Malik” (Jombang: Darul Hikam,2006).
[9] Imam Badrudin az-zarkasyi, Al-Burhan fi ulumil Quran, hal.1064.

No comments: