Yoga Firdaus: NEWS
Showing posts with label NEWS. Show all posts
Showing posts with label NEWS. Show all posts

Thursday, March 4, 2021

 IKMABO-BR Gelar Virtual Gathering
Thursday, March 04, 20210 Comments
IKMABO-BR Gelar Virtual Gathering

IKMABO-BR atau Ikatan Mahasiswa Bogor Bandung Raya muncul dengan asa dan optimisme yang membara. Di tengah situasi pandemi yang terus menggerogoti kehidupan saat ini, IKMABO-BR menginisiasi perhelatan hangat dalam bentuk Virtual Gathering.

Ketua I IKMABO-BR, Sayyid Haqqi, mengungkapkan bahwa Virtual Gathering kali ini merupakan rangkaian pertama agenda MSMB (Masa Silaturahmi Mahasiswa Bogor) 2021, yakni pra-MSMB. Seluruh peserta MSMB (Masa Silaturahmi Mahasiswa Bogor) wajib mengikuti seluruh rangkaian agenda, termasuk pra-MSMB ini. (28 Februari/Via WhatsApp)

Kegiatan MSMB (Masa Silaturahmi Mahasiswa Bogor) diikuti oleh Mahasiswa Baru asal Bogor angkatan tahun 2021. Pengurus IKMABO-BR dan panitia penyelenggara tampil elegan dengan menyediakan wadah istimewa ini agar Mahasiswa Baru asal Bogor yang melaksanakan studi di Bandung dapat saling beradaptasi dan mengenal satu sama lainnya.

Lalu, ketua pelaksana MSMB 2021, De Isvahan Nur Muharam, mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari selasa, 2 maret 2021 pukul 15.00 WIB via Zoom Meeting dengan mengusung tema “Astatama IKMABO-BR” yang berarti delapan cita-cita IKMABO-BR berupa empat input dan output yang diharapkan kuat akan lahir dan berimplikasi pada seluruh partisipan yang hadir dalam agenda MSMB 2021 kali ini. (1 Maret/Via WhatsApp)

Virtual Gathering yang mengusung wacana “Mahasiswa Bogor Melesat dan Yakin” ini, memberikan harapan dan asa positif agar seluruh mahasiswa asal Bogor mampu berproses dengan baik di kampus yang terbanggakan dan juga di rumah tercinta IKMABO-BR untuk membangun Bogor yang lebih baik lagi melalui integritas para mahasiswa asal Bogor itu sendiri.

Ketua Biro Medinfo IKMABO-BR/Muhamad Yoga Firdaus

Read more

Friday, November 6, 2020

Tokoh Agama dan Rumah Ibadah di Masa Pandemi
Friday, November 06, 20200 Comments

 

Keresahan yang kita hadapi di masa pandemi menjadi perhatian besar bagi umat beragama.

Pandemi kali ini telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat sampai seratus delapan puluh derajat. Dinamisasi ini terjadi dalam segala bidang. Ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, dan agama. Pandemi yang tak kunjung selesai sampai saat ini memaksa manusia untuk berpikir akurat dan masif, sehingga diharapkan melahirkan inovasi baru, agar kehidupan tetap terus berjalan seperti biasanya.

Dalam konteks umat beragama, pentingnya bagi kita mengetahui peran masif tokoh agama beserta rumah ibadah sebagai ruang penghambaan. Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin memaparkan ringkasan pembahasan dialog reflektif yang diadakan oleh Young Interfaith Peacemaker (YIPC) Indonesia. Secara utuh, dialektika yang tersajikan pun sangat menarik.

Pertama, yakni terkait dengan tokoh agama. Tentunya ungkapan “tokoh agama” itu sendiri tidak akan akan lepas dari definisi “agama”. Kiayi Ahmad Rafiq sebagai Ketua Program Studi S3 Studi Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga menjelaskan bahwasannya eksistensi suatu agama, akan selalu berkorelasi dengan pengetahuan. Maka dari itu, tokoh agama yang dimaksud berarti ia yang dapat mengimprovisasi kadar pengetahuannya dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini.

Lalu, beliau pun membagi pengetahuan itu sendiri ke dalam tiga level. Yang pertama, yakni pengetahuan yang bersifat kompleks dan sistematis. Pengetahuan seperti ini menuntut pemiliknya untuk mampu menganalisa situasi dan kondisi melalui pengetahuannya yang kompleks dan sistematis, atau biasa kita kenal dengan ungkapan hikmah.

Selajutnya yang kedua, yakni pengetahuan yang bersifat praktis dan ideologis. Pengetahuan seperti ini menuntut pemiliknya untuk mampu menganalisa situasi dan keadaan secara praktis dan ideologis, atau biasa kita kenal dengan pengetahuan yang direalisasikan (aktivitas).

Dan yang ketiga, yakni pengetahuan yang bersifat praktis dan fungsional. Pengetahuan seperti ini menuntut pemiliknya untuk mampu menganalisa situasi dan keadaan secara praktis dan fungsional, atau biasa kita kenal dengan pengalaman. Pengalaman yang dimaksud adalah suatu aktivitas yang terbiasa dilakukan yang menjadi kebiasaan.

Kiayi Ahmad Rafiq pun mengungkapkan kembali bahwasannya refleksi muslim terkait persoalan ini adalah dengan menyadari banyaknya permasalahan yang tentunya menjadi perhatian tokoh agama sebagai pemimpin religi (Religious Leader), pemimpin spiritual (Spiritual Leader) dan pemimpin ritual (Ritual Leader).

Salah satu hal yang tak kalah pentingnya, ialah tentang rumah ibadah. Rumah ibadah menjadi pusat dialektika keagamaan bagi setiap umat beragama. Disni, ada hal yang menarik yang dapat kita simak dari ungkapan Kiayi Ahmad Rafiq. Beliau mengungkapkan bahwa rumah ibadah diintegralisasikan dalam tiga bagian, yakni fisik, instansi, dan ruang penghambaan.

Namun, menurut Kiayi Ahmad Rafiq, yang paling terdampak sesuai situasi dan kondisi sekarang ini adalah ketika rumah ibadah diintegralisasikan sebagai hal fisik. Artinya, rumah ibadah seperti gereja, vihara, atau pun khususnya masjid yang dianggap bermasalah mengenai penggunaannya untuk umat. Sedangkan rumah ibadah yang diintegralisasikan sebagai instansi serta ruang penghambaan akan tetap berada dalam posisi aman. Karena keduanya dapat dilakukan dimana saja, tidak absolut di dalam suatu ruang dan waktu.

Agama merupakan pedoman hidup serta menjadi titik tolok ukur yang mengatur sikap dan pola pikir penganutnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Positif atau tidaknya tindakan seseorang itu pun tergantung pada seberapa taat dan seberapa murni penghayatan terhadap agama yang diyakininya. Agama dalam hal ini berperan sangat penting dalam mengatur kehidupan manusia dan mengarahkannya kepada kebaikan antar sesama, khususnya dalam kehidupan bemasyarakat.

Abu al-Qosim al-Khui menegaskan bahwasannya tanpa bantuan agama, dapat dipastikan suatu kebajikan atau moralitas akan kehilangan maknanya dan akan berubah menjadi seuntaian nasihat belaka yang bersifat lemah. Artinya, nilai-nilai yang nirmakna, hanya bercorak nasihat, tidak lebih dari sekadar anjuran belaka.

Agama akan selalu berkorelasi dengan pengetahuan untuk mencapai suatu formula solutif yang dapat direkomendasikan bagi kehidupan. Lalu, rumah ibadah adalah ruang penghambaan yang menjadi wadah kedekatan dengan tuhan bagi setiap umat, khususnya ialah masjid bagi muslim. Semua yang terkait dengan ketokohan agama dan rumah peribadahan pada intinya bertendensi membimbing setiap individu kepada kesalamatan karena niat mulia mendekat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Read more

Wednesday, April 1, 2020

Fenomena Langit di Bulan April
Wednesday, April 01, 20200 Comments
Fenomena Langit di Bulan April
Disetiap bulannya, langit mengalami beberapa kejadian atau fenomena. Tentunya, kita pun dapat mengetahuinya jika hal tersebut ada dan terjadi. Apalagi jika itu yang membuat kita tertarik untuk menyaksikannya, karena berhubungan dengan kehidupan kita. Kita dapat menikmatinya dengan jelas, seperti bulan purnama, adanya meteor jatuh, dan lain-lainnya.
1. Bulan Purnama
Biro Humas Pussainsa (Pusat Sains Antariksa) Cristine mengatakan, bahwa ada beberapa fenomena yang akan terjadi di tanggal 8 April. Salah satunya kejadian itu adalah bulan purnama atau yang sering dikenal dengan ungkapan Supermoon, yang biasanya banyak ditunggu oleh semua orang yang tertarik menyaksikannya. 
Astronot baru Marufin mengungkapkan bahwa ­supermoon memiliki nama resmi Bulan purnama Perigean, peristiwa ini terjadi ketika Bulan purnama berpapasan dengan Bulan menempati titik prigee (Titik terdekat ke Bumi dalam orbit Bulan dengan jarak sekitar 357.404 kilometer dengan ukuran diameter mencapai 33,43 menit busur. Hal ini sama halnya seperti yang dikatakan oleh salah satu Biro Humas Pussainsa (Pusat Sains Antariksa), Cristine.
2. Hujan Meteor
Salah satu fenomena yang diprediksi akan terjadi adalah adanya hujan meteor, sebut saja hujan meteor Lyrid. Hujan meteor ini ada disebabkan oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G Thatcer yang ditemukan pada tahun 1861. Hujan meteor ini berlangsung dalam rentan waktu tahunan, diprediksi kuat akan ada sekitar 16-25 April.
Setidaknya ada tiga hal yangmembuat hujan meteor itu terjadi, yaitu sebagai berikut.
  •  Dalam kondisi cuaca yang cerah.
  • Tidak ada dominasi polusi cahaya, sangat disarankan meminimalisir penggunaan cahaya.
  • Medan pandang tidak boleh terhalang, dan harus berada pada posisi atau titik koordinat yang tepat.
3. Bulan Baru
Bulan baru adalah salah satu fenomena yang dianggap akan hadir menemani perjalan hidup kita di tahun ini. Pada bulan April kali ini, bulan akan terletak di sisi bumi yang selaras dengan matahari dan tidak tampak di malam hari. Pase ini diperkirakan akan terjadi pada 27 April, 02.27 UTC atau 09.27 WIB.
Biasanya momentum seperti ini dimaksilkan oleh beberapa orang, seperti menyaksikan secara jelas dan mendokumentasikannya.
Read more